Kala pelangi kehilangn satu warninya.
Akankah masih ia sandang tujuh huruf pembentuk namanya?
Akankah pesonanya hilang?
Akankah ia tak lagi dimuat dalam syair dan romansa?
Jika ia membelah diri pula?
Akankah ia selalu hadir di Closing Performance-nya Opera Hujan?
Apakah keindahannya hanya terletak pada numerical warninya?
Atau pada pesonanya semata?
Biaskan duka lewat kacamata pemirsanya.
Pahatkan harap di dinding asa pemujanya.
Terlalu banyak tanya.
Kecohkan ketetapan jiwa.
September 7, 2010 at 8:31am
Alwy RachmanDi era digital, wajah kekuasaan konvensional tak harus tampak,
tak mesti berwujud sosok otoritarian. Ia juga tak selalu muncul sebagai
persona...
5 bulan yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar