“Script-sweet”
“Script-sweat”
“Script-shit”
Apapun namamu
Yakinku semua itu memiliki alasan
Sebuah pribadi yang menemukan pintu masa depan
Sesosok lelaki yang sukses berat mengerjakan plagiatan
Gadis lembut yang mengalami penolakan
Mahasiswa pintar disembur makian
Manusia yang penuh keberuntungan
Atau kemudahan hasil sogokan
Atau ilmu pendekatan
Gelak tangis
Isak tawa
Terderai bersahutan
“Apalah arti sebuah nama”
Seakan kehilangan makna
Kini nama melukiskan kisah
Apapun cerita dikandung namamu
Berbaliklah dari kekeliruan semu
Kertas-kertas takkan mengubah hidupmu
Pembohongan
Keputusasaan
Ambisi
Membelenggu jiwa nurani
Berontaklah
Putuskan simpul dosa duniawi
Berbelok ke tikungan jalan sorgawi
Sampai ketemu di alam nyanyian sunyi
_derael_
230720111529
Apakah anda suka puisi? (Do you like Poem?)
0 SKRIPSI – Sebuah Nyanyian Hati
0 JeritanIroniKemerdekaan.com - A Poem
Merdeka. Merdeka. Merdeka.
Sang saka berkibar begitu bangga.
Proklamasi diejakan dengan lantangnya.
Tak lupa juga mendendangkan lagu kebangsaan nan raya.
Belenggu penjajahan tlah lama dlepaskan.
Aku, kamu, kita terbebas.
Tapi belenggu baru.
Belenggu beludru.
Pembebasan menuju lorong cerita duka baru.
Roh-roh penjajah merasuk.
Seorang ayah tak sadar jadi penjajah keluarga sendiri.
Keluarga jadi lahan koloni.
Istripun jadi pekerja rodi.
Anak-anak dibunuh hati nurani.
Ingin segera terbangun dari mimpi ngeri.
Mimpi yang melanda sekujur negri.
*kemerdekaanserasakbohonganpublikbelaka.spthanyapengalihtangananpengolahlahan*
1 Cuilan Puisi-Polisi
Polisi.
"Dang hea pol age pe torus i isi."
Ngerti gak ngerti anggap ja ngerti.
Toh s'muanya gak b'rarti.
Polisi.
Punyakah kau hati nurani?
Jangan asal tilang.
Tanda buktipun hilang.
Kau juga punya anak istri.
Hukum tuai.
Polisi.
Hakekat dari tugasmu apa sih?
Q benar2 gak ngerti.
Mo 'keep the security' ato mo buat onar - Ih!
Cem Mbok Sumarsih di pasar pagi.
S'robot sana sini tak peduli kanan kiri, karna 'ya ini pasar pagi, ga da aturan kali.'
Tapi, polisi.
Dirimu armada negeri.
Dikau panglima kami.
Kami butuh dilindungi.
'Please gimme the safety'.
Jangan beralih fungsi jadi pencuri.
Ato preman berseragam resmi.
0 BROTHER - A Poem
BROTHER
He's more than a father
He's the best friend ever,
better
A friend that always there
...To conquer
Drop the tear
Build the peace, swear
To give, to get, to share
To make you feel save from aware
Push you up, cheer you up, dare
Bring the sugar in the nightmare
No money, no gold, it's bare
No refund, it's fair
Brother
Care
"let you down, feel alone" - rare
Always be my brother
Till the end of time - swear
Brother
Here and there
_de_ June 26, 2009 at 6:14pm
0 Teman Hidup (Soulmate) - Sebuah Puisi
Berjuta seloka tlah tercipta.
Selaksa gurindam pun tlah tertinta.
Senandung balada berkali-kali digubah.
Tak cukup jua menorehkan smua cerita.
Tuhan, Kau ajaib tak terdefinisikan.
Karya-karyaMu tak terdeskripsikan.
KebaikanMu tak ternarasikan.
Aku kagum, terpegun, mata enggan dikedipkan.
Dari debu tanah Kau ciptakan kehidupan.
Dari yang tak berarti Kau ubah emas berlian.
Hanya Tuhan, seperti yang Kau janjikan.
Kau siapkan belahan jiwa agar ku tak sendirian.
Ku setia dalam doa dan sembahyang.
Karna ku yakin tak lebih maksimal dengan membujang.
Aku tak pernah puas Tuhan.
Ku ingin layaniMu bak hamba tak kenal kelelahan.
Sbab aku adalah makhluk belian.
Ku siap berbakti bersama dia yang Kau tetapkan.
Brikan ku mata, hati sperti milikMu.
Kesadaranku tahu tak mudah semua itu.
Tak mau ku salah pilih, menyesal seumur hidupku.
Pekakan telingaku.
Celikkan mata hatiku.
Ku mau dengar suaraMu.
Peluk cinta yang Kau ukir bagiku.
WaktuMu Tuhan bukan waktuku.
_derael_
23062011
0838
0 Puing puing - Tebing : Sebuah Puisi
Mengapa aku begitu lemah,
Tumbang seketika kala dijamah.
Apakah aku sebegitu rapuh,
Berkeping keping dalam sekali sentuh.
Berdiam.
Hening dalam kepergian malam.
Terbangun ku dari tidur mencekam.
Menerawang dibawah sinar temaram.
Seputar waktu yang lalu.
Akulah pejuang semangat menggebu.
Diputaran kemudian sedetik waktu.
Serasa semu, suam suam kuku.
Ku pergi mencari.
Merenangi palung terdalam hati.
Tutup jendela mata, ku berdiam diri.
Temukan Dia, pandangiNya, yg cidukku dari mati.
Putaran waktu berikutnya pun terjadi.
Sbuah dinamika berwarna-warni.
Palung & gunung bergonta/i.
Kutelusuri, walau tak mengerti, tapi pasti.
Sbuah kekuatan magnetis menyusun kembali mozaik yg tlah jadi puing2.
Rekatannya erat pada tiap2 keping.
Harap ku bertahan sampai tebing.
_derael_
0 DIALOG DENGAN TUHAN - A Must Read Article
TUHAN : Kamu memanggilKu?
AKU: Memanggilmu?Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN:
Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN: Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN: Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN: Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi misalnya.
AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN: Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja.
Analisalah yang membuatnya jadi rumit.
AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN: Hari ini adalah Hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU: Tapi bagaimana mungkin Kita tidak khawatir jika Ada begitu banyak ketidakpastian.
TUHAN: Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.
AKU: Tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, Tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.
AKU: Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN: Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik tidak dapat melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN: Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?
TUHAN: Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU: Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...
TUHAN: Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.
AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?
TUHAN: Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan.
Selalu hitung yang harus kamu syukuri, jangan hitung apa yang tidak kamu peroleh.
AKU: Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN: Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?"
Jika mereka bahagia, tidak Ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"
AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?
TUHAN: Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU: Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN: Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.
AKU: Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN: Tidak Ada DOA yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.
AKU: Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN: Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.
.........TUHAN has sign-out.
From: CHR Gunawan Adjie
0 Dua Puluh Dua Tahun - Sebuah Puisi (Dedicated for those who greeted me on my birthday)
Dua puluh dua tahun sudah
Berjuta warna, berlaksa peristiwa
Ibarat sekeping batu pahatan
Besi pahat tak henti-hentinya memagut sekujur permukaan
Luka besar dan kecil ada dimana-mana
Membentuk sebuah pola
Batu pahatan menunjukkan separuh bentuk sempurna
Dua puluh dua tahun
Waktu yang cukup panjang
Untuk kehilangan
Mendapatkan
Terlalu singkat
Tak cukup untuk menghitung smua berkat
Terlalu lama, membosankan
Untuk disia-siakan
Saat si jago membangunkan
Ketidaktahuan akan apa yang akan terjadi
Ciptakan kekhawatiran
Disaat malam memanggil
Selimuti tubuh menggigil
Tak mengerti smua terlampaui
Tak menyangka
Terseberangi juga
Dua puluh dua tahun
Tak ada yang mengajariku akan arti kehidupan
Tapi terlalu banyak kitab-kitab terbuka di depan mata
Mau nggak mau harus membaca
Tanpa aksara
Tapi sarat makna
Buliran mutiara cair transparan
Guratan lengkungan cekung
Bergantian
Saling mendahului
Kadang bersamaan
Semuanya memberi bentuk
Yang semakin jelas terhadap batu pahatan
Setengah sempurna tadi.
Yang membuatnya lebih berharga
Batu pahatan setengah sempurna telahpun ada si Empunya
Dua puluh dua tahun
Penempaan setengah jalan yang cukup lama
Si Empunya setia menungguinya
Kiranya si batu pahatan
Kan bertahan
Tegar, kekar
Tak mengalami retakan
Walau besi berbibir tajam tak henti-henti mendaratkan pagutan.
Thanks for the greeting darls!
I love you all, God speed!!!!!!!
_derael_
29062011
2356
0 Pohon Mentimun versus Anggur - Sebuah Refleksi
“Hei pohon mentimun, jangan pernah menginginkan buah anggur menjadi buahmu. Kau tidak lebih tahu apa yang terbaik bagimu disbanding penciptamu. Dari segi popularitas, kau jauh lebih popular dibandingkan anggur. Kamu lebih eksis. Dari miskin sampai kaya, semua bisa menikmatimu bersama mie atau nasi goreng favorit mereka, es timun serut yang memuaskan dahaga mereka. Bahkan kamu juga ada di cerita rakyat yang melegenda. Toh, seberapa tak bermaknanyapun buahmu (menurutmu) dibandingkan anggur yang memiliki kesan kaya dan bergengsi. Ini yang aku mau bilang, (lagi) hei pohon mentimun yang nggak tau diuntung sampai-sampai bibirmu terkunci untuk bersyukur: ‘Hari itu, kala aku bertugas sebagai foyer cleaner di sebuah hotel berbintang lima terbesar di Asia Tenggara, sebuah jamuan makan malam untuk pesta pernikahan seorang kaya digelar di Manhattan Ballroom, Ballroom terbesar disana. Anggur berlimpah-limpah, sampai-sampai bartender kewalahan melayani order yang berjibun. Tak sempat satu gelas pun terbiar kosong, seperti sedang musim hujan anggur dan gelas-gelas tinggi seksi itu bak ember-ember yang terduduk di bawah bamboo pancur. Sepertinya, tak seorangpun yang tidak menyukai anggur. Tapi, kala lain di pesta dan cerita yang sama, ketika mereka menyantap hidangan yang beragam jenisnya, yang namanya sangat sulit untuk diucapkan oleh lidah seperti lidahku. Bahkan rupanya cukup asing bagiku, apalagi rasanya ya. Tapi ada piring-piring bundar kecil berwarna putih yang setelah kuamati ada sepuluh buah di masing-masing meja. Yang berarti sama jumlahnya dengan gelas anggur. Aku nggak ragu lagi didalamnya itu adalah buahmu, acar mentimun. Mereka menyantapmu bersama hidangan lainnya dengan lahapnya. Mereka sangat menikmati, aku saksinya. Aku piker, maknamu tidak kurang penting dibanding si anggur di pesta yang mewah dan berbahagia itu.’
Mensyukuri apa adanya dirimu adalah cara terbaik untuk menjadi luar biasa. Bersyukur membuatmu mau menggali setiap potensi yang ada. Bersyukur membuatmu jadi lebih berarti. Bersyukur akan lebih membuka mata hatimu dan melihat banyak hal yang tidak kau lihat selama ini.”
Selamat bersyukur pohon-pohon mentimun……
Sampai ketemu di jamuan makan malam pesta pernikahan mewah berikutnya bersama si anggur di Ballroom yang lebih besar dan hotel yang lebih besar lagi.
See you in the top!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
_derael_
0916
02072011
0 Kulit Kentang (No Pain, No Gain) - Sebuah Ceritera Refleksi
09072011
0834
Kentang bulat tidak sempurna dengan beberapa permukaan agak gepeng dan beberapa titik menjorok kedalam lambat laun berubah menjadi sebuah benda bulat kuning berpermukaan lembut sebagai akibat dari kecupan bibir belati yang sedari tadi tak henti-hentinya beraksi berkat dukungan lenganku sebelah kanan sementara sikentang disebelah kirinya.
Aku harus bangun pagi ( tidak pernah lagi seperti ini apalagi selama kuliah, terakhir seperti ini waktu zaman SMP dulu ). Sekitar pukul 4:45 tadi aku terpaksa bangkit, beranjak meninggalkan karpet karet yang telah ku anggap sebagai king size bed merek King Koil yang begitu menyamankan ( buktinya aku selalu tertidur pulas dan menikmati tidur malam, maupun siang ku ). Basa, adikku paling kecil, kutugasi mencuci piring dan menanak buliran-buliran putih yang bernama beras yang katanya warisan dari dewi sri.
Aku sendiri harus menyiapkan telur mata kerbau (di Malaysia [dulu] disebut seperti itu yang nyatanya adalah telur mata sapi di sini), mie goreng dan sayur wortel feat kentang, yang sudah kujanjikan semalam akan menjejali bontot adik ku, Rita, yang hari ini mengikuti ujian UMB. (Memasak untuk keluarga ini adalah warisan berharga yang ku dapat dari almarhum ayahku yang pemabuk dan tidak pernah (sangat jarang) menyetor gaji. Tapi dia paling nggak nahan untuk menghentikan kedua belah tangannya yang digerakkan oleh hatinya untuk menyiapkan nasi goreng atau mie buat kami anak-anaknya yang kelupaan makan hanya karena tontonan di saluran tv yang sebenarnya tidak lebih enak dari ……..[nggak perlu dilanjutin])
Percakapan dengan topik yang silih berganti antara sipengupas kentang (aku) dan sipencuci piring (Basa) terus bergulir. Melihat kulit-kulit kentang yang sebentar lagi akan menjadi sampah, aku teringat akan pelajaran IPA kelas 4 SD dulu sekali. Aku lupa di halaman berapa, topik apa, bab berapa dan judul bukunya apa serta penerbit apa, apalagi penulisnya. Tapi bukan berarti ini tidak ilmiah walau tanpa rujukan pustaka. Ada 3 nama binatang beruntung yang tersimpan dalam memoriku dan mungkin banyak oranglain, bukan karena cinta terpendam, tapi memang karena kulit kentang tadi. Tanpa ada prioritas kualifikasinya yang pertama adalah Cicak yang bisa serta merta memutuskan ekornya, Bunglon menyesuaikan warna kulitnya dengan tempat ia menapak, cumi-cumi yang menggelapkan air di sekitarnya dengan semprotan tintanya. Hal ini erat kaitannya dengan kata bijak orang barat “No pain, No Gain.” (Andai ketiga binatang ini bisa diinterview, pasti mereka akan memberikan komentar bahwa tidak mudah untuk melepas, mengubah atau mengeluarkan bagian dari tubuh mereka. Namun demi kondisi yang lebih baik kenapa tidak.)
Masih menekuni profesi sementara ku, bergelut dengan belati dan kentang, sementara wortel masih dalam daftar tunggu diikuti bawang merah/ putih, cabe cs. Secara berurutan tanpa nomor antrian. Otakku terus berpikir tentang kulit-kulit kentang yang harus merelakan (lebih tepatnya dipaksa olehku, karena nggak mungkin kan aku makan kulit kentang ) dirinya terurai dan terhempas di atas lantai. Tak lagi dibutuhkan. Jika ditilik sedikit ke kitab yang menceritakan sedikit kisahnya, alangkah malangnya kentang tanpa kulit. Jika demikian adanya, sulit bagiku untuk menggambarkan kondisi sebulatan kentang yang tertanam didalam tanah yang subur (tempat dimana ia bertumbuh/berkembang) tapi juga tempat bernaungnya cacing et.al. serta bakteri-bakteri yang tak bisa ku sebutkan. Sungguh jika bisa ku ibaratkan kulit yang terbuang ini adalah dulunya merupakan baju jazirah/tameng bagi si kentang untuk bisa bertahan berbulan-bulan dalam pendaman perut bumi. Betapa berharganya kulit kentang ini (dulu). Tapi tidak sekarang. Dalam hidup ini sering kita harus melalui fenomena seperti kulit kentang ini. Dimana hal yang indah, yang baik, yang penting dari kita harus dilepas, ditinggalkan, dikelupas. Tidak rela adalah salah satu sikap yang kita ambil dan bahkan bisa sampai ketahap memperjuangkan bahkan mempertahankan.
Kita terlupa kalau tidak akan ada sayur kentang feat wortel lezat yg dicolek-colek oleh si sendok goreng genit yang menggeliat kegelian didalam dekapan kuali bermulut besar yang nantinya menghiasi meja makan dan memberikan kenikmatan yang tidak sekedar rasa kenyang kepada penikmatnya. Si pemasak sayur pasti nggak mau mengambil resiko terhadap kualitas masakannya dengan mempertahankan kulit kentang tetap melekat karena notabene ia adalah bagian yang penting.
Ada kala dimana kita merasakan perih dihati akibat pembohongan, pengkhianatan. Ada masa-masa berkabung yang tak kunjung terlupakan karena kehilangan orang terkasih maupun sang kekasih, ada juga waktu kita harus mengorbankan “harga diri” demi sebuah “harga diri” yang lain berupa resistensi idealisme, sering juga kita makan hati atas perlakuan yang kurang pantas atau layak. Atau sederhananya kita harus memeluk guling dan terisak saat
anjing (sahabat terbaik kita) harus dipotong/dibinasakan karena menggigit anak tetangga, atau merelakan mainan direbut adik yang meraung-meraung dan akhirnya mendapat pembelaan dari ayah dan ibu, atau banyak hal lain yang adalah sakit, perih, sampai mungkin mata hati turut mengucurkan buliran-buliran mutiara cair transparan namun kemerahan.
Berdarah.
Lemah.
Menyerah.
Pasrah.
Kita lupa bahwa semua itu hanyalah kulit-kulit kentang yang memang harus diuraikan dan dihempaskan demi memasuki cerita kita yang baru dengan kualitas diri yang mengalami transformasi dan integrasi.
Sekali lagi, “No pain, No gain!”
Makanya, aku begitu iba melihat makhluk-makhluk yang menamai diri mereka manusia tapi masih memilih untuk kompromi atau bahkan mencari jalan mudah/gampang hanya agar melewati posko pengupasan “kulit kentang”. Mereka terlalu nyaman dalam balutan kulit kentang yang sedari tadi juga tidak kupungkiri esensinya.
Mereka takut sakit,
Mereka enggan perih,
Mereka sungkan terluka,
Dan memilih tetap menjadi diri mereka yang lama,
Sungguh kenyamanan yang semu,
Berhadiah penyesalan yang kelu,
Berbuat apa-apa tak mampu
Terkungkung, terbelenggu,
Oleh tali temali baja yang membeku,
Pengecut adalah namamu.
Lama-lama aku juga jadi geram, karena dengan sebuah keikhlasan telah ku coba untuk membuat mereka paham, tapi aku ibarat malam, dihiraukan tidak, demi memeluk tilam.
Aku hanya mau mengingatkan jika kau terus begitu, maka kau hanya akan menjadi hidangan kentang feat wortel (jika wortel masih mau bergabung) dengan kulitmu yang masih melekat yang membuat manusia yang telah berpuasa 40 hari 40 malam pun akan masih berpikir untuk pada akhirnya menjatuhkan pilihan terhadapmu dan memindahkanmu keatas pinggannya. Apalagi kedalam gua konsumsi berpagar giginya.
Pembelaan akan dirimu, “perjuangan”mu, pertahananmu akan berakhir dengan sebuah pengabaian.
Untuk yang terakhir kalinya, “No pain, No gain!”
Melepas yang baik untuk yang lebih baik.
_derael_
0 God's Creation in Mathematics !
God's Creation in Mathematics !
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 888 88888
98765432 x 9 + 0 = 888888888
Brilliant, isn't it?
And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111=123456789 87654321
But don't stop here! Now, take a look at this... AWESOME!!!
101%
From a strictly mathematical viewpoint:
What Equals 100%? What does it mean to give MORE than 100%?
Ever wonder about those people who say they are giving more than
100%?
We have all been in situations where someone wants you to GIVE OVER
100%.
How about ACHIEVING 101%?
What equals 100% in life?
Here's a little mathematical formula that might help answer these
questions:
If:
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Is represented as:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.
If:
H-A-R-D-W-O- R- K
8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%
And:
K-N-O-W-L-E- D-G-E
11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%
But:
A-T-T-I-T-U- D-E
1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%
THEN, look how far the love of God will take you:
L-O-V-E-O-F- G-O-D
12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%
Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:
While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
get you there, It's the Love of God that will put you over the top!
It's up to you if you share this with your friends & loved ones just
the way I did.
Be Blessed & Share God's Creation with Others !
0 Hoki Poki
You put your right hand in. You put your right hand out. You put your right hand in. Then you shake it all about. You do the Hoki Poki and you turn yourself around. That's what all about. Lulalulalula................ (Left Hand) (Right Foot) (Left Foot)
Read More......
Check them out!!!!!!!!
-
Alwy RachmanDi era digital, wajah kekuasaan konvensional tak harus tampak, tak mesti berwujud sosok otoritarian. Ia juga tak selalu muncul sebagai persona...11 bulan yang lalu
-
-
Waduh Sorry Coy .. Udah lama nih gue gak update blog , karena kesibukan ngampus dan ngampus .. Tapi gak apa2 ya ?. Sekarang gue udah bebas , karena udah ...13 tahun yang lalu
-
-
Recently, a friend of mine mentioned in passing that an automatic mechanical watch is not truly ‘automatic’. Sure, if I happen to wear it 24/7, 365 days a ...10 tahun yang lalu
-
Beberapa hari belakangan kusedang gundah gulana tak tentu arah... #halllaaaahhhh perkaranya demikian: kuberbagi tentang sebuah refleksi yang kurenungkan ten...7 tahun yang lalu
-
-
Entrepreneur Defined In the field of business, the people involved in the playoffs are called the entrepreneurs. They are also referred to as businessmen...7 tahun yang lalu
-
It was a sunny Wednesday morning when Adi Irawan and I walked through the sidewalks of Ohio University with view of African students enjoying the sunlight ...11 tahun yang lalu
-
Sepertinya girl group baru JYP Entertainment akan segera debut. Pada tanggal 14, JYP Entertainment mengkonfirmasi, “Kelompok gadis baru telah syuting MV me...7 tahun yang lalu
-
-
Pengertian Tes Potensi Akademik (TPA) Tes Potensi Akademik (TPA) merupakan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif dan potensi seseo...1 tahun yang lalu
-
-
Oversimplifications starve us of understanding. Many of my friends, upon hearing that I was fasting, asked if I had converted to Islam. So first, for the...16 tahun yang lalu
-
-
-
The world of gambling has evolved dramatically with the […]3 bulan yang lalu
-
-
-
On 25 October, UNESCO Director-General, Irina Bokova, was honored to receive the Honorary Graduate Degree, Doctor of Laws, from King’s College London, at t...8 tahun yang lalu
-
-

